Minggu, 30 November 2014

Jenis-jenis Komponen Elektronika beserta Fungsi dan Simbolnya

Jenis-jenis Komponen Elektronika beserta Fungsi dan Simbolnya – Peralatan Elektronika adalah sebuah peralatan yang terbentuk dari beberapa Jenis Komponen Elektronika dan masing-masing Komponen Elektronika tersebut memiliki fungsi-fungsinya tersendiri di dalam sebuah Rangkaian Elektronika. Seiring dengan perkembangan Teknologi, komponen-komponen Elektronika makin bervariasi dan jenisnya pun bertambah banyak. Tetapi komponen-komponen dasar pembentuk sebuah peralatan Elektronika seperti Resistor, Kapasitor, Transistor, Dioda, Induktor dan IC masih tetap digunakan hingga saat ini.

Jenis-jenis Komponen Elektronika

Berikut ini merupakan Fungsi dan Jenis-jenis Komponen Elektronika dasar yang sering digunakan dalam Peralatan Elektronika beserta simbolnya.

A. Resistor

Resistor atau disebut juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan Resistor. Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Resistance.
Jenis-jenis Resistor diantaranya adalah :
  1. Resistor yang Nilainya Tetap
  2. Resistor yang Nilainya dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor ataupun Potensiometer.
  3. Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut dengan LDR atau Light Dependent Resistor
  4. Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient)

Gambar dan Simbol Resistor :

Jenis-jenis Resistor

B. Kapasitor (Capacitor)

Kapasitor atau disebut juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor (Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator) adalah Farad (F)
Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :
  1. Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka Kapasitor yang nilainya tetap terdiri dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor Keramik.
  2. Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut adalah Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum
  3. Kapasitor yang nilainya dapat diatur, Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.

Gambar dan Simbol Kapasitor :

Jenis-jenis Kapasitor

C. Induktor (Inductor)

Induktor atau disebut juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung). Induktor atau Coil banyak ditemukan pada Peralatan atau Rangkaian Elektronika yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio. Satuan Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H).
Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah :
  1. Induktor yang nilainya tetap
  2. Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan Coil Variable.

Gambar dan Simbol Induktor :

Jenis-jenis Induktor (Coil)

D. Dioda (Diode)

Diode adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Diode terdiri dari 2 Elektroda yaitu Anoda dan Katoda.
Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :
  1. Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik (AC) ke arus searah (DC).
  2. Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.
  3. LED (Light Emitting Diode) atau Diode Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.
  4. Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor.
  5. Dioda Schottky (SCR atau Silicon Control Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali .
  6. Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD.

Gambar dan Simbol Dioda:

Jenis-jenis Dioda

E. Transistor

Transistor merupakan Komponen Elektronika Aktif yang memiliki banyak fungsi dan merupakan Komponen yang memegang peranan yang sangat penting dalam dunia Elektronik modern ini. Beberapa fungsi Transistor diantaranya adalah sebagai Penguat arus, sebagai Switch (Pemutus dan penghubung), Stabilitasi Tegangan, Modulasi Sinyal, Penyearah dan lain sebagainya. Transistor terdiri dari 3 Terminal (kaki) yaitu Base/Basis (B), Emitor (E) dan Collector/Kolektor (K). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN. UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor.

Gambar dan Simbol Transistor :

Jensi-Jenis Transistor

F. IC (Integrated Circuit)

IC (Integrated Circuit) adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan kaki (terminal). Fungsi IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan. Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static Discharge).
Sebagai Contoh, IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.

Gambar dan Simbol IC (Integrated Circuit) :

Jenis-jenis IC (Integrated Circuit)

G. Saklar (Switch)

Saklar adalah Komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Dalam Rangkaian Elektronika, Saklar sering digunakan sebagai ON/OFF dalam peralatan Elektronika.

Gambar dan Simbol Saklar (Switch) :

Jenis-jenis Saklar (Switch)

Selasa, 18 November 2014

LAMPU FLIP-FLOP SEDERHANA

LAMPU FLIP-FLOP SEDERHANA MENGGUNAKAN DUA BUAH DIODA

Belajar elektronika memang susah-susah gampang. Tapi selama kita rajin membaca, mencari tau, dan mencoba membuat alatnya maka tidak akan serumit kelihatannya. Belajar elektronika akan menjadi sangat menarik apabila kita susah mengerti selah-selahnya.

Terlebih dahulu kita membuat alat yang rangkaiannya agak mudah baru kemudian ke rangkaian yang lebih rumit. Seperti rangkaian yang akan kita buat berikut ini, rangkaian lampu flip-flop sederhana yang menggunakan 2 ( dua ) diode.

Rangkaian ini pernah saya buat semasa Uji Kompetensi kelas XI d SMKN 2 Depok. Pada saat membuatnya tidak ditemui banyak kesulitan, karena rangkaian ini masih tergolong simple.

Cara kerja rangkaian lampu flip-flop ini ialah transistor digunakan dalam keadaan cut off dan saturasi ( ON/OFF ), dan kapasitor elektronik (elco) digunakan sebagai delay untuk mentriger kaki basis transisitor dikarenaka sifat elco yang dapat menampung arus listik. Lamanya flip-flop tergantung pada besar kecilnya ukuran elco, jadi jika kita membutuhkan delay waktu yang lama maka kapasitas elco dapat kita perbesar begitu juga sebaliknya jika kita membutuhkan waktu delay yang sebentar maka kita dapat memberikan kapasitas elco yang lebih kecil. pemasang elco dan diode jangan sampai terbalik karena akan dapat mempengaruhi rangkaian.

Berikut adalah skema dari rangkaian lampu flip-flop sederhana yang mengggunakan dua buah diode.

Komponen-komponen yang dibutuhkan untuk membuat rangkain diatas adalah sebagai berikut :

















2 buah resistor 22k
2 buah resistor 470 ohm














2 buah led ( bebas merah / hijau / bening )












2 buah transistor BC 337













2 buah kapasitor 4,7 mikro farad

Dari skema diatas kemudian kita buat layout rangkaiannya. Layout merupakan jalur yang akan digunakan untuk menyambungkan komponen yang satu dengan yang lainnya. Layout dapat dibuat dikertas millimeter block atau dikertas biasa terlebih dahulu.
Berikut adalah contoh layout dari rangkaian flip-flop :







Setelah membuat layoutnya, kita pindahkan ke pcb dengan cara digambar ulang atau menggunakan metode sablon, cutting sticker. Kemudian setelah proses tersebut selesai pcb kita ecching agar terlihat jalur mana saja yang akan dipakai untuk rangkaian, pastikan tidak ada jalur yang short.
Dilanjutkan dengan mengebor pcb yang digunakan untuk menempatkan komponen-komponen yang telah ditentukan. Solder, dan kemudian rangkaian dapat digunakan.




flowchart :





Apa kegunaan rangkaian flip flop ini untuk kebutuhan manusia? Jawabnya banyak sekali karena rangkaian ini dapat digunakan untuk lampu sen pada motor dan mobil serta hiasan pada etalase. Tegangan yang diperlukan untuk menyalakan rangkaian ini adalah sebesar 3 – 12 volt. Kita dapat mempergunakan baterai ataupun adaptor.
Jika sudah jadi dan rangkaian dapat bekerja dengan baik maka kita dapat bereksperimen kembali dengan mengganti nilai R1 & R3 atau juga nilai kapasitor C1 & C2. Penggantian komponen tersebut dapat merubah waktu berkedip lampu flip flop menjadi lebih cepat ataupun lebih lambat.






SUMBER :
https://www.google.com/search?q=rangkaian+dot+matrix+5x7&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=448qU4KoK8PJrAfHloDAAw&ved=0CAcQ_AUoAQ&biw=1366&bih=667#q=flip+flop+2+led&tbm=isch&imgdii=_
http://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Felectrosuite.com%2Fwp-content%2Fuploads%2F2011%2F11%2F2SC1815-Flip-Flop-LED-Flasher-Suite-Result-ElectroSuite.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Felectrosuite.com%2Fdisplay%2Fflip-flop%2F2sc1815-flip-flop-led-flasher.html&h=219&w=200&tbnid=kyBsioAj55mZEM%3A&zoom=1&docid=_tZE81oYQceg-M&ei=DgQsU5SUG8j_rQfhyIDYBw&tbm=isch&ved=0CKYBEIQcMBk&iact=rc&dur=841&page=2&start=18&ndsp=24
http://ariprahmanu.blogspot.com/
http://electro-bee.blogspot.com/2013/03/rangkaian-lampu-flip-flop-transistor.html
LOGO TEKNIK AUDIO VIDEO SMKN 7 KOTA BEKASI..